Menyiasati BBM dan Dolar

Oct 28th, 2008 | Oleh: Her Suharyanto | Kategori: Artikel Populer, Personal Finance, Surabaya Post

Saya ingin bertanya mengenai sesuatu yang sangat praktis, yaitu mengenai perkembangan ekonomi belakangan ini. Harga BBM pasti akan naik, demikian juga nilai tukar dollar. Kita bisa menduga harga semua barang kebutuhan hidup akan naik. Bagaimana kita harus menyiasati masalah keuangan keluarga kita dalam situasi seperti itu? Bagaimana kita tetap harus menabung kalau harga kebutuhan pokok terus meningkat?
Sukirno Ridwan, Tanjung Perak

Pak Ridwan, terimakasih banyak atas surat anda. Analisa pendek anda sepenuhnya secara teori benar. Kenaikan harga BBM dan dollar AS sebenarnya berhubungan sangat erat. Persoalan yang utama sebenarnya adalah kenaikan harga BBM di pasar dunia. Yang jadi masalah adalah bahwa Indonesia setiap bulan harus mengimpor minyak dalam jumlah besar, walaupun kita juga mengekspor minyak. Kita mengimpor minyak untuk jenis yang cocok untuk kebutuhan dalam negeri, sedangkan minyak kita yang berkualitas bagus diekspor.

Celakanya adalah jumlah impor minyak kita lebih besar dibanding minyak yang kita ekspor. Dengan kata lain, dollar yang diperoleh dari ekspor minyak tidak cukup untuk membeli minyak kebutuhan kita. Artinya, negara kita membutuhkan banyak sekali dollar setiap bulannya. Maka terjadilah hukum pasar. Ketika permintaan naik, harganya juga naik. Ketika kebutuhan dan permintan terhadap dollar naik, maka nilai tukarnya jadi naik pula. Celakanya lagi, ketika nilai tukar dollar perlahan naik, masyarakat jadi panik dan berusaha ikut memborong dollar untuk kebutuhan pribadinya. Maka permintaan terhadap dollar semakin tinggi lagi, sehingga harga dollar semakin mahal.

Ketika harga dollar semakin mahal, Bank Indonesia melakukan sejumlah langkah agar “tidak kebablasan”. Salah satu langkahnya adalah dengan menaikkan suku bunga. Mengapa begitu? Karena, kalau suku bunga tinggi, diharapkan masyarakat tidak ikut-ikutan membeli dollar, dan memilih menaruh uangnya di bank.
Tetapi apa yang terjadi kalau suku bunga terus naik? Dampaknya adalah suku bunga kredit juga naik.

Perusahaan-perusahaan yang butuh modal harus membayar bunga mahal kalau mereka pinjam uang di bank. Karena itu biaya produksi akan naik, dan akibatnya harga jual hasil produksi mereka juga akan naik. Padahal kenaikan biaya produksi juga masih ditambah oleh semakin mahalnya harga bahan baku yang masih harus diimpor dalam dollar. Maka sekali lagi analisa anda benar, kenaikan harga BBM ini mendongkrak naik nilai tukar dollar, dan pada gilirannya harga barang kebutuhan hidup juga akan naik.

Kembali pada pertanyaan anda, apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti ini? Apakah kita harus tetap menabung? Untuk yang terakhir, rasanya justru tidak bisa ditawar. Justru pada saat seperti ini kita sadar betapa kita perlu mencadangkan sesuatu untuk masa depan kita, yang memang tidak mudah untuk diterka arahnya.

Tentu saja tidak mudah untuk melakukan hal itu, terutama untuk kita para karyawan, yang berpenghasilan tetap dan “pas-pasan”. Untuk menyiasati ini rasanya hanya ada dua resep “kuno”, tetapi rasanya tidak ada pilihan lain. Pertama adalah dengan melakukan efisiensi sedapat mungkin. Mungkin kita selama ini sudah terus menerus mengencangkan ikat pinggang, sampai perut tergencet. Apa boleh buat, jangan-jangan ikat pinggangnya yang harus kita ganti dengan yang lebih kuat lagi.

Resep “kuno” yang kedua adalah, bangunlah sumber ekonomi baru atau carilah penghasilan tambahan, apapun bentuknya, yang penting halal. Ada begitu banyak usaha kecil yang bisa dilakukan dengan modal kecil, atau bahkan, kalau mau, bisa tanpa modal. Usaha-usaha yang sifatnya keagenan biasanya masuk kelompok yang bermodal rendah. Misalnya saja agen laundry, agen pulsa isi ulang (bisa dimulai kecil-kecilan). Yang praktis tanpa modal tapi potensinya besar saat ini adalah agen asuransi atau agen properti, misalnya. Mungkin selama ini kita sering mengatakan, “saya tidak bisa berjualan”. Tapi kalau keadaan sudah memaksa, tidak ada salahnya untuk mencoba, bukan?

Tags: , ,

Tulis Komentar