Mendapat Tawaran DPLK
Oct 28th, 2008 | Oleh: Her Suharyanto | Kategori: Personal Finance, Surabaya PostBeberapa waktu lalu saya mendapatkan penawaran program dana pensiun lembaga keuangan (DPLK). Padahal saya adalah pegawai negeri rendahan yang walaupun kecil pasti juga mendapatkan pensiun dari pemerintah. Menurut bapak-bapak, apakah untung ruginya mengikuti program DPLK? Trimakasih atas penjelasannya.
Adi Thamrin, Situbondo
Pak Thamrin, tidak ada ruginya kalau Pak Thamrin mengikuti program pensiun melalui perusahaan DPLK. Yang penting adalah perusahaan itu menurut Pak Thamrin bisa dipercaya sehingga Pak Thamrin sreg untuk mengikuti program tersebut.
Saya tidak ingin menakut-nakuti, tetapi ada baiknya kita ingat apa yang terjadi di Jepang dan Amerika menyangkut program pensiun yang disediakan pemerintah. Baru baru ini pemerintah Amerika mengumumkan bahwa dana pensiunnya mulai defisit. Mengapa? Sederhana saja, uang yang masuk tidak cukup untuk membayar kewajiban pensiun para pensiunan di negara itu. Logikanya begini. Untuk bisa mendapatkan manfaat pensiun, setiap pekerja di Amerika wajib membayar iuran bulanan. Dana itu dikelola oleh pemerintah.
Pada saat yang sama, pemerintah sudah harus membayar manfaat pensiun kepada mereka yang sudah pensiun. Jadi pada saat yang sama, ada uang keluar dan ada uang masuk. Selama ini tidak ada masalah. Sebab, jumlah uang yang dibayarkan kepada pensiunan lebih kecil dibanding iuran pensiun mereka yang masih aktif bekerja. Mengapa begitu? Salah satu alasannya adalah jumlah pekerja di Amerika lebih banyak dibanding dengan jumlah pensiunan.
Soalnya adalah, lama kelamaan jumlah pensiunan akan semakin besar karena apa yang disebut sebagai generasi baby boomer. Anda pasti tahu, setelah perang dunia II terjadi ledakan jumlah penduduk, dan mereka sekarang sudah mulai memasuki usia pensiun. Padahal, jumlah generasi berikutnya tidak sebanyak generasi baby boomer itu. Dengan kata lain, jumlah pekerja aktif lama kelamaan akan berkurang. Itulah sebabnya defisit itu sudah mulai terjadi di Amerika.
Sekali lagi tanpa bermaksud menakut-nakuti, bisa terjadi dana pensiun pegawai negeri suatu saat akan mengalami defisit. Memang adalah tugas pemerintah untuk memenuhi kewajiban tersebut, tetapi bukan tidak mungkin suatu saat terjadi perubahan kebijakan pensiun pegawai negeri.
Berbeda halnya dengan program DPLK. Melalui program ini, manfaat pensiun yang diperoleh oleh pensiunan didasarkan pada jumlah uang yang disetor, ditambah dengan hasil pengembangannya. Semakin banyak uang yang disetorkan, semakin banyak uang yang dikumpulkan, dan semakin besar manfaat pensiun yang bisa diperoleh. Dana anda tidak akan dipakai untuk “mensubsidi” generasi sebelumnya atau mereka yang gajinya lebih rendah dari anda.
Jadi program DPLK sendiri adalah sebuah program yang positif untuk membantu kita mempersiapkan program pensiun kita. Dengan program ini kita “dipaksa” untuk menyetorkan sejumlah dana ke DPLK, dan “dipaksa” untuk menyiapkan pensiun dengan lebih baik. Tetapi tentu saja, sekali lagi, kita perlu untuk benar-benar yakin bahwa DPLK yang kita pilih adalah DPLK yang bisa dipercaya.