Masyarakat, Keluarga Besar Bank Mandiri
Nov 12th, 2006 | Oleh: Her Suharyanto | Kategori: Advertorial, Bank, Bisnis IndonesiaMinggu pagi 5 November lalu Lapangan Merdeka Kota Ambon, di depan kantor Gubernur, tidak seperti biasa. Ribuan orang tumpah ruah dengan eceriaan khas Ambon. Mereka saling sapa dengan hangat dan saling goda dengan akrab. Mereka hadir dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari karyawan, mahasiswa, polisi dan TNI. Berbagai atribut yang menunjukkan latarbelakang lebur oleh acara yang digelar, yakni lomba gerak jalan dalam rangka Ulang Tahun ke-8 Bank Mandiri.
Dalam acara bertajuk Mandiri Championship 2006 itu hadir Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo, unsur-unsur Muspida Maluku dan para petinggi Bank Mandiri.
Lomba itu diikuti oleh 33 kelompok dari berbagai latar belakang. Lomba gerak jalan diawali dengan start di Lapangan Merdeka, dengan rute beberapa ruas jalan Kota Ambon dan kembali lagi ke Lapangan Merdeka. Gubernur, Walikota Ambon Drs MJ Papilaya dan Dirut Bank Mandiri pagi itu mengibarkan bendera start. Bahkan Agus Martowardojo bersama dengan sejumlah petinggi Bank Mandiri ikut berjalan santai di belakang para peserta lomba.
Suasana pagi itu sungguh cair, penuh keakraban. “Acara ini kami selenggarakan bersama dengan seluruh stakeholders Bank Mandiri. Dengan ini kami hendak mengingatkan diri bahwa tidak ada yang bisa maju sendirian. Demikian halnya dengan Bank Mandiri. Kami bisa maju hanya dalam kerjasama yang erat dengan para stakeholders kami,” tutur Agus.
Christiana M Damanik, Head of Corporate Communications PT Bank Mandiri Tbk, mengatakan perayaan Ultah ke-8 Bank Mandiri dilakukan secara serentak-bertahap pada tanggal 4, 5 dan 12 November dengan acara serupa digelar di 17 kota. “Di setiap kota hadir anggota direksi Bank Mandiri, karena tujuan kami memang menggalang kebersamaan antara Bank Mandiri dengan seluruh stakeholders-nya. Pendek kata kami ingin menggalang kebersamaan sebagai one big family,” kata Christiana.
Acara di ke-17 kota itu serupa, yakni lomba gerak jalan, dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan. Di Ambon, Bank Mandiri menghadirkan trio berdarah Ambon, Molucas. “Sedianya kami mengundang Glen Fredley, tetapi yang bersangkutan tengah mengadakan tour,” kata Christiana, sembari menambahkan bahwa di Manado Bank Mandiri menghadirkan artis lokal yang tengah naik daun di tingkat nasional yaitu Dirly.
Acara Mandiri Championship 2006 itu juga disertai dengan penyerahan bantuan. Di Ambon Bank Mandiri menyediakan 4000 paket bantuan yang disalurkan melaui Majelis Ulama Indonesia dan gereja-gereja setempat. Namun tidak semua bantuan berupa paket untuk keluarga yang kurang mampu. Di Jawa Tengah, misalnya, bantuan diberikan dalam bentuk hibah komputer senilai Rp127 juta untuk Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Pada ulang tahun kali ini Bank Mandiri mengambil tema Senyum dan Komitmen Bank Mandiri 2006. Mengenai pemilihan tema, Agus Martowardoyo mengatakan bahwa Bank Mendiri telah berhasil menjadi entitas seperti yang ada sekarang karena besarnya komitmen semua pihak untuk maju. Menurut Agus, Bank Mandiri telah berhasil bukan hanya menyatukan tetapi juga mengharmoniskan berbagai latarbelakang ke dalam satu budaya usaha yang baru, unik dan terbukti cocok untuk terus dikembangkan. Perlu diingat, Bank Mandiri adalah hasil penggabungan dari empat bank BUMN di tahun 1998.
Agus menggarisbawahi kata senyum karena senyum adalah simbol ketulusan, keramahan dan kerelaan melayani, dan itu harus menjadi semangat siapa pun yang bertekad untuk maju. Berkaitan dengan tema itu Bank Mandiri akan menggelar poster sepanjang lebih dari sembilan kilometer di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Jakarta. Spanduk itu akan berhiaskan lebih dari 900,000 foto senyum, disertai dengan teks yang yang berisi komitmen dari mereka yang fotonya terpampang dalam spanduk itu.