Pelatihan Menulis | Pelatihan Jurnalistik

Training menulis dan training jurnalistik, apa bedanya?

Jelas kami membedakan, walaupun keduanya memiliki kesamaan. Dalam training menulis kami memusatkan perhatian kepada proses mengeluarkan gagasan dalam bentuk tulisan secara umum.  Sementara itu dalam training jurnalistik kami memusatkan perhatian pada proses kerja jurnalistik secara keseluruhan.

Proses kerja jurnalistik, apa itu?

Jurnalistik adalah soal laporan… soal melaporkan sesuatu kepada masyarakat.  Jadi di dalam training jurnalistik ini kami memasukkan pelatihan mengenai: (1) bagaimana wartawan menilai berita atau berita yang menarik, (2) bagaimana wartawan mencari berita, (3) bagaimana wartawan merumuskan berita dalam berita singkat atau straight news, (4)  bagaimana menulis berita kisah atau feature, (5) bagaimana menulis artikel berbahan baku knowledge, (6) bagaimana menulis tulisan singkat berbahan baku pendapat (opini).

Tidak ada pelajaran mengenai desain halaman dan foto?

Untunglah Anda menanyakan hal itu. Kedua hal itu penting sekali dalam dunia jurnalistik. Kami siap memberikan pelatihan mengenai hal itu. Untuk pelatihan desain grafis kami siap memberikan pelatihan mulai dari pelatihan yang bersifat konsep hingga yang bersifat teknis. Untuk pelatihan teknis kami siap dengan piranti lunak profesional seperti QuarkXpress, InDesign dan Photoshop.

Untuk fotografi juga sama saja. Kami siap memberikan pelatihan fotografi jurnalistik mulai dari tingkat konsep hingga tingkat teknis.

Siapa yang perlu mengikuti pelatihan seperti ini?

Banyak sekali tentu saja. Para pelajar dan mahasiswa perlu memelajari jurnalistik untuk beberapa tujuan berikut: (1) agar mampu dengan jernih menangkap apa yang terjadi di sekelilingnya, (2) mampu merumuskan apa yang ditangkap itu dalam bahasa yang sederhana tanpa kehilangan makna, (3) peka pada masalah sosial, (4) mampu menuangkan gagasan paling sulit sekalipun secara sederhana. Ingat, orang pintar bisa menyampaikan hal ribet dengan sederhana. Orang bodoh pinter membuat ribet hal yang sederhana.  

Para praktisi humas atau public relations juga perlu belajar jurnalistik. Di samping akan mendapatkan manfaat seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, mereka juga akan mendapatkan manfaat langsung untuk pekerjaan mereka. (1) Jika lembaga atau perusahaannya mendapat publikasi negatif mereka tahu apa yang harus dilakukan. (2) Jika lembaga atau perusahaan mempunyai berita baik mereka tahu bagaimana menyebarluaskannya. Jika mereka memiliki media internal atau eksternal, mereka tahu bagaimana menanganinya secara profesional.

Jadi jangan ragu, hubungi Her Suharyanto di 0813 8427  5314 atau melalui email di her@jurutulis.com.

Telah Dibaca:3355

Leave a Reply

Your email address will not be published.