Berbioskop di Rumah Semakin Murah

Oct 26th, 2004 | Oleh: Her Suharyanto | Kategori: Advertorial, Tempo

Bagi para penggemar hiburan berbasis audio dan audio visual, pesta sudah dimulai. Hiburan berkualitas tinggi yang dulu hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang, kini bisa dinikmati oleh orang kebanyakan. Dua atau tiga tahun yang lalu saja video dalam format DVD (digital versatile disk) belum cukup populer. Alasannya sederhana saja, harga sarana hiburan itu, baik alat pemutar maupun keping DVD-nya sendiri, masih mahal. Maklumlah, waktu itu format DVD memang masih relatif baru di pasar Indonesia, terutama dibandingkan dengan video CD (VCD, video compact disk).
Tetapi sekarang harga alat pemutar DVD maupun keping DVD sendiri memang sudah jauh lebih murah dibanding dua atau tiga tahun lalu. Sekarang alat pemutar DVD bisa dibawa pulang dengan harga kurang dari satu juta rupiah. Sejumlah DVD player portable buatan Cina, misalnya, bisa diperoleh di toko dengan harga mulai sekitar Rp500.000 per unit. Sedangkan perangkat yang sama keluaran perusahaan yang sudah punya nama besar dijual dengan harga yang lebih mahal, tetapi kita tetap bisa memperolehnya pada kisaran harga antara limaratus ribu sampai satu juta rupiah. Sementara alat pemutar DVD konvensional (table top) juga bisa dibawa pulang pada rentang harga yang sama, entah yang merek kacangan maupun yang branded.
Para pedagang di kawasan Mangga Dua mengatakan, harga alat pemutar DVD kian murah antara lain karena serbuan produk buatan Cina. “Orang sekarang semakin pragmatis. Mereka sekarang tidak merasa jatuh gengsi untuk membeli perangkat elektronik murah buatan Cina,” kata Adi Stefanus, seorang pedagang peralatan elektronik. Dia menduga, hal inilah yang memaksa perusahaan-perusahaan elektronik besar tidak bisa seenaknya menerapkan harga jual yang tinggi, di samping bahwa secara alamiah harga perangkat elektronik konsumen akan terus turun seiring dengan perjalanan umur perangkat tersebut.
Kalangan produsen produk elektronik, di lain pihak, berani menjual produknya dalam harga yang lebih murah karena besarnya permintaan akan produk itu. Di Indonesia khususnya, tingginya permintaan akan DVD player mudah diduga sangat terkait dengan murahnya harga keping cakram DVD itu sendiri. Produk resmi DVD bisa diperoleh dengan harga Rp50 ribu per keping, tak jauh berbeda dengan harga VCD resmi. Belum lagi, siapa pun tahu, produk DVD bajakan pasti lebih menguasai pasar dibandingkan yang resmi, karena harganya sangat murah. Orang bisa dengan mudah memperoleh keping DVD video dengan harga lima ribu rupiah, setara dengan harga cakram optik cerdas yang masih kosong, dengan kualitas gambar dan suara yang sama dengan DVD asli.
Adu murah seperti ini dipacu lagi oleh harga spiker aktif (dengan penguat atau amplifier yang tertanam di dalamnya) yang juga semakin murah. Bayangkan, sepasang spiker aktif sudah bisa dibawa pulang dengan harga seratus limapuluh ribu rupiah, sehingga tidak mengherankan kalau di rumah kontrakan sempit pun kita bisa mendengar gelegar suara bioskop rumah yang berasal dari kombinasi televisi kecil, pemutar DVD portable dan sepasang spiker aktif. Pendek kata, di luar soal legal atau illegal, masyarakat luas kini bisa menikmati hiburan audio dan video digital tersebut dengan harga terjangkau.

Semua Vendor
Teknologi DVD sendiri sebenarnya teknologi yang masih terus berkembang, baik di sisi perangkat kerasnya maupun di sisi perangkat lunaknya. Tetapi proses standardisasi teknologi ini relatif tidak bermasalah, sehingga hampir semua produsen elektronik kelas dunia cukup leluasa mengeluarkan produk DVD player. Lihat saja di pasar, kita akan dengan mudah menemukan produk-produk pemutar DVD keluaran raksasa elektronik seperti Sony, Panasonic, JVC, LG, sejumlah merek lokal dan bahkan merek-merek yang belum pernah kita dengar sebelum kita datang ke toko elektronik.
Hal itu tentu menguntungkan konsumen, karena mereka bisa membeli alat pemutar DVD apa saja untuk memutar keping DVD apa saja. Bahkan yang menarik adalah, setiap teknologi baru di bidang alat pemutar DVD selalu mampu mengakomodasi keping cakram optik generasi sebelumnya. Sebuah DVD player bisa memutar DVD video, DVD audio, Video CD (VCD), SVCD dan audio CD. Dengan demikian, dengan membeli seperangkat alat pemutar DVD, konsumen bisa yakin bahwa koleksi video yang disimpan dalam format VCD atau SVCD masih akan bisa dinikmati.
DVD bisa berkembang sedemikian pesat terutama karena keping cakram tersebut mampu menyimpan semakin banyak data digital. Perkembangan ini pas sekali dengan kian majunya perkembangan teknologi digital di bidang audio dan video, dengan resolusi yang lebih tinggi, yang menuntut ruang penyimpan data yang lebih besar. Bayangkan, satu keping DVD saat ini mampu menyimpan data sebesar 4,7 Gigabytes atau setara dengan kemampuan simpan tujuh keping CD. Karena itu DVD mampu menyimpan data suara dan video dengan kepekatan (resolusi) yang lebih tinggi. Ini baru untuk DVD dengan kategori satu sisi satu lapis (single sided, single layered). Padahal dari sisi teknologi sudah dikembangkan kemungkinan untuk memasang dua lapisan penyimpan data di kedua muka keping DVD (double sided, dual layered), sehingga kapasitas simpannya mencapai hampir 20 Gigabytes.
Secara teknologi, yang paling diuntungkan oleh ruang tampung keping berdiameter 12 sentimeter ini, persis sama dengan diameter CD, adalah perkembangan teknologi video dan teknologi audio, yang sama-sama membutuhkan ruang simpan yang besar. Sebuah keping DVD bisa menyimpan film dengan durasi lebih dari dua jam dengan resolusi horisontal 480 baris, lebih tajam dibanding resolusi siaran televisi sebanyak 330 baris atau 260 baris film dalam format VHS. Bahkan keping yang sama masih bisa ditambahi lagi dengan data suara Dolby Digital dua kanal (2.0) atau lima kanal (5.1) atau teknologi tata suara lainnya seperti DTS Digital Surround, THX Surround, DTS-ES Matrix, dan DTS ES Discrete, yang kesemuanya terdiri dari lima atau enam kanal.
Itulah sebabnya, menonton tayangan video berformat DVD mendatangkan kenikmatan yang nyaris sama dengan menontonnya di bioskop layar lebar, baik dalam hal kualitas gambar maupun kualitas suaranya.

Persaingan Antarvendor
Standardisasi yang jelas pada teknologi DVD tampaknya justru mempermudah kalangan produsen perangkat elektronik dalam adu strategi memenangi pasar. Karena tidak perlu lagi bersaing dalam hal pengembangan format, mereka kini bertarung habis-habisan dalam hal efisiensi (yang berujung pada harga jual) dan teknologi pendukungnya. “Tapi tentu saja teknologi yang ditawarkan harus sesuai dengan kebutuhan konsumennya. Misalnya saja, kita tidak perlu memasang teknologi recorder untuk player dengan target masyarakat kebanyakan,” kata Denny Santosa, Marketing Planning Department Manager PT JVC Indonesia.
Sejumlah nilai jual yang ditawarkan oleh kalangan produsen DVD player antara lain adalah kemampuannya memutar berbagai macam cakram digital seperti DVD (audio dan video), DVD-R, DVR-RW, CD, VCD, SVCD, CD-R dan CD-RW. Mereka juga saling beradu cepat dalam membaca data dalam keping DVD, dan saling adu canggih dalam hal antar muka dan penataan tombol serta remote-control, sehingga konsumen akan mendapat kemudahan dalam mengoperasikannya.

Tags: , , ,

Comments are closed.