Banjir dan Perencanaan Keuangan

Dalam beberapa pekan terakhir telah terjadi banyak sekali bencana alam, terutama banjir. Bahkan di beberapa tempat banjir tersebut telah diikuti oleh tanah longsor. Saya sendiri tidak terkena akibat langsung dari banjir itu. Tetapi saya prihatin terhadap nasib saudara-saudara yang kehilangan anggota keluarga, kehilangan rumah, bahkan juga kehilangan sumber penghasilan. Bagaimana ilmu perencanaan keuangan menghadapi hal-hal yang tidak terduga seperti ini? Bagaimana “ilmu” perencanaan keuangan kalau dihadapkan pada ketidakpastian seperti itu?

Selengkapnya...

Telah Dibaca:721

Prolog: Jalan Masih Panjang

“Mari, pak, bergabung dengan kami,” tutur Pastor Widyo pada seorang tamu, yang ingin bertemu dengan Pastor Andreas Dedi di satu akhir pekan yang terik di bulan September. Siang itu, di ruang makan Pastoran Paroki St. Monika, Serpong, Pastor Widyo, lengkapnya Pastor Yohanes Djino Widyasuhardjo, sedang makan siang bersama Pastor Andreas. Tamu itu seperti ragu untuk bergabung. “Akan mengganggu acara komunitas, dan mungkin juga jatah makan siang keluarga pastoran,” pikir sang tamu.

Selengkapnya...

Telah Dibaca:769

Pastor Widyo, Sebuah Paradoks

Beberapa waktu yang lalu penulis meminta Pastor Agus Rachmat Widiyanto OSC, Provinsial OSC untuk menulis sepatah dua patah kata tentang Pastor Widyo. Tetapi Pastor Agus, yang dalam tahun orientasinya dibimbing oleh Pastor Widyo, mengatakan dia akan diminta berkotbah dalam misa 25 tahun Imamat Pastor Widyo di Paroki St. Monika Serpong. Tetapi Pastor Agus tidak menolak ketika penulis bertanya apakah boleh melakukan wawancara melalui telepon.

Selengkapnya...

Telah Dibaca:635

Djino, Sidji Ono…

“Djino itu waktu kecil tidak nakal, tetapi ndugal (usil),” kata Bp. Suwito Hardjo, 78, mengenai anaknya, Yohannes Djino Widyosuhardjo, yang kini menjadi pastor kepala Paroki St. Monika Serpong. Dan pernyataan semacam itu itu keluar dari semua yang dekat dengan Djino di masa kecil, mulai dari ibunya sendiri, Ibu Wito, C. Murni, adiknya, Pak Sugeng, gurunya, dan Pak Sudarno serta Pak Sukardi, keduanya teman masa kecil Pastor Widyo, begitu dia biasa dipanggil.

Selengkapnya...

Telah Dibaca:821

Papua, Sebuah Monumen

Setelah ditahbiskan 19 September 1979, tugas pertama yang diterima oleh Pastor Widyo adalah menjadi pastor pembantu di Paroki St. Mikael, Indramayu. Waktu itu yang menjadi pastor paroki di paroki itu adalah pastor Bertus Blessing, seorang misionaris OSC asal Belanda yang sekarang sudah menjadi warganegara Indonesia. Pastor Blessing, yang kini bertugas sebagai pastor pembantu di Paroki St. Yusuf, Cirebon, mengatakan, “Saya tidak mengenal Widyo waktu sebelum dia bertugas di Indramayu. Tapi kesan pertama saya, dia orang baik. Waktu itu dia datang diantar oleh umat dari Cigugur, karena dia baru menyelesaikan pastoral akhirnya di Cigugur.”

Selengkapnya...

Telah Dibaca:843

Paroki St. Monika, Tantangan Terbaru

Dengan berat hati umat Paroki St. Yusuf melepas kepergian Pastor Yohanes Djino Widyasuhardjo OSC yang sudah bertugas di paroki itu lebih dari tujuh tahun. Seorang umat paroki itu mengatakan, Pastor Widyo, begitu dia dipanggil, memang sangat dicintai umat paroki tersebut. Sedemikian mencintai sang pastor, mereka menghadap Bapa Uskup dan Provinsial OSC di Bandung untuk meminta agar Pastor Widyo tidak dipindahkan dari paroki tersebut. Tetapi keputusan Uskup dan Provinsial OSC sudah bulat, Pastor Widyo harus pindah ke tempat baru, Paroki St. Monika Serpong, Keuskupan Agung Jakarta.

Selengkapnya...

Telah Dibaca:803